Beberapa bulan belakangan ini, Indonesia kewalahan dengan merebaknya wabah Covid-19. Tidak hanya Indonesia, bahkan seluruh dunia pun kewalahan karena pandemi ini.

Sejak pasien terkonfirmasi positif pertama di Indoensia pada bulan Maret lalu, dan masih terus bertambah pasien yang terkonfirmasi positif hingga hari ini, banyak hal yang berubah. Tidak hanya dibidang kesehatan dan sosial ekonomi. Di dunia pendidikan pun sama. Sekolah-sekolah terpaksa meniadakan pendidikan di dalam kelas. Semua kegiatan belajar mengajar harus dilakukan lewat online.

Bila dulu anak murid bisa berangkat ke sekolah untuk belajar dengan bebas, tahun ini peserta didik justru diwajibkan untuk belajar dari rumah. Bila dulu para guru mengajar muridnya secara tatap muka, sekarang para guru terpaksa harus mengajar muridnya hanya via Zoom atau via Whatapp saja.

Melakukan pembelajaran jarak jauh memang hal yang wajib saat pandemi, terlebih pemerintah lewat menteri Pendidikan dan kebudayaan telah mengeluarkan Surat Edaran no.4 tahun 2020 yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi akan disampaikan di rumah masing-masing.

Belajar di rumah masing-masing di masa pandemi ini memang tak mudah, dan bahkan menimbulkan banyak kendala yang dialami guru, murid dan juga orang tua selama pembelajaran jarak jauh.

Di bawah ini kita bisa melihat kendala-kendala apa saja yang dialami oleh guru, murid dan juga orang tua.

Nah, sebagai seorang yang kemarin lulus Sarjana Strata 1 di jurusan Manajemen Pendidikan Islam, saya sangat bersyukur dapat menonton siaran ulang 4 Seri Kegiatan Webinar Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 di chanel Youtobe Cerdas Berkarakter Kemendikbud RI pada bulan Agustus lalu.

Materi-materi yang dipaparkan dan penjelasan yang padat membuat saya betah berlama-lama menyaksikan dan mengambil apa yang dibagikan pemateri.

Dari empat seri webinar yang saya tonton, yang paling menarik minat saya adalah apa yang disampaikan oleh Bu Titik Nur Istiqomah. Ia membahas tentang Kurikulum Kondisi Khusus, Adaptasi Pembelajaran Kebiasaan Baru.

Bu Titik dalam materinya banyak mengambil dari pengalaman pribadinya. Ia adalah guru SD Muhammadiyah 1 Muntilan. Sebagai seorang guru yang memiliki banyak kendala saat pembelajaran jarak jauh, ia katakan, “Mari cari cara dan solusi, bukan cari alasan.”

Lebih lanjut, menurut Bu Titik, “Pada prinsipnya, belajar tidak cukup hanya menggairahkan, menantang, dinamis, dan menyenangkan saja, namun yang paling penting harus memberikan makna dan berdampak bagi murid di kehidupan.”

Untuk itulah, sebelum melakukan pembelajaran jarak jauh, Bu Titik terlebih dahulu menentukan cara. Ada dua hal yang ia lakukan, yaitu; Empati tehadap latar belakang murid dan menyusun RPP. Untuk penjelasan lebih lengkapnya silakan tonton Seri 1 Kegiatan Webinar Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 pada menit ke 25-53.

Esok lusa, bila saya menjadi seorang guru, saya tak perlu takut bila dihadapkan pada pembelajaran jarak jauh disaat pandemi (semoga tahun selanjutnya tak terjadi pandemi lagi). Pun, saya juga tak perlu kawatir bila kelak menjadi orang tua murid saat anak saya terpaksa harus belajar dari rumah, karena sudah punya bekal dan saya juga bisa aktif untuk memberikan masukan ke guru.

Menjadi Guru dan Orangtua Murid di Era Pandemi, Siapa Takut!

agusman17an.com

Pemuda Yang Bermimpi Hidupnya Berjaya, Bangsanya Berdaya dan Dirindukan Syurga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *